Apakah Saya Homoseksual?


Mungkin pertanyaan di atas mengagetkan Anda. Namun jangan salah, di Amerika sana, 3 sampai 10% pria ternyata homoseks. Bayangkan! Celakanya, sebagian besar adalah pengidap homoseksual yang terepresi, alias tersembunyi, dan "meledak" kelak. Nah, karena itu, penting untuk tahu orientasi seksual Anda sejak dini.

Ada banyak faktor yang membuat "naluri" homoseksual itu terepresi. Faktor terbesar adalah karena hampir di mana pun, aktivitas seksual antara pasangan dengan jenis kelamin yang sama dianggap menentang hukum.

Dan hukum maupun praktiknya di berbagai negara menyebabkan sulit bagi pasangan tersebut untuk memiliki harta bersama, mengadopsi anak, atau menulis nama pasangannya dalam polis asuransi.

Karena sikap tersebut, banyak orang yang memiliki pengalaman homoseksual sering dipenuhi rasa bersalah.

Orang lain mengalami rasa takut bahwa fantasi homoseksual menyatakan bahwa mereka adalah homoseksual yang tersembunyi. Sebagian orang secara aktif merepresi homoseksualitasnya untuk hidup mengikuti standar sosial, keluarga, atau religius. Dengan cara ini mereka merasa menjadi bagian dari "masyarakat normal".

Jika Anda merasa bingung atau kadang bersalah tentang orientasi seksual Anda, langkah yang paling baik adalah membicarakan atau mengkonsultasikan diri ke dokter atau ahli terapi seks. Namun, jika masih hanya semata bingung, Anda harus tahu pasti dahulu, bagaimana orientasi seksual Anda, condong ke mana.

Cara mengetahui seseorang atau diri Anda seorang homoseksual adalah dengan menanyakan tentang "apakah saya gay?". Seseorang dikatakan mempunyai indikator homoseksual adalah jika ia memiliki fantasi tentang pengalaman seks dengan orang yang berjenis kelamin sama.
Demikian pula dengan eksperimen masa kanak-kanak atau pada masa menginjak remaja dengan seseorang berjenis kelamin sama. Seorang pria dapat bersikap seperti layaknya wanita (kewanitaan) dan seorang wanita dapat menunjukkan kecenderungan maskulin tanpa menjadi homoseksual.

Jadi, jika Anda merasa tertarik dan terangsang dengan orang yang berjenis kelamin sama, maka Anda seorang gay. Ini hampir pasti. Lalu, bagaimana mengetahui kalau diri Anda seorang homoseksual yang terepresi?

Aneh memang, tapi tidak sedikit wanita yang terkadang menganggap seorang pria merupakan gay yang terselubung jika tidak terangsang dan mau berhubungan seks dengan mereka. Demikian pula sebaliknya.

Sepertinya hal itu, homoseksualitas terepresi, dijadikan alasan yang baik dan sangat masuk akal untuk penolakan seksual.

Di pihak lain, dengan tidak adanya minat bercinta sama sekali dalam diri seorang pria dengan pasangan wanita yang dipilihnya mungkin merupakan indikator homoseksualitas terepresi. Dan jelas, ini merupakan tanda adanya sesuatu hal yang salah.

Bagaimana cara bercinta seorang homoseksual? Perbedaan utama antara hubungan heteroseksual dan homoseksual sudah jelas, yaitu tidak adanya penetrasi penis/vagina. Ini sangat berbeda sekali dengan mitos-mitos yang popular saat ini, karena tidak semua pria homoseksual melakukan anal seks, dan tidak semua wanita homoseksual memasukkan dildo(vibrator) atau benda lain ke dalam vagina.

Homoseksual juga menikmati berciuman, berpelukan dan stimulasi oral serta manual terhadap genital maupun bagian tubuh sensitif lainnya. Menurut penelitian, para lesbian sering mencapai orgasme melalui masturbasi mutual, dan pria gay dapat mencapai orgasme melalui felatio (oral seks yang dilakukan wanita pada pria) atau masturbasi mutual. Mereka memiliki gairah, rangsangan, orgasme, dan periode resolusi yang sama seperti heteroseksual.

Namun, apa pun orientasi seksual Anda ingatlah orientasi seksual bukanlah sesuatu yang kita pilih seperti memilih gaya berpakaian. Jika Anda tidak senang dengan orientasi seksual Anda, maka sebaiknya Anda melakukan terapi. Jangan salah! Terapi akan sangat membantu Anda. Dan jika gagal, juga jangan merasa hidup Anda jadi sia-sia. (suaramerdeka)